
Mata pria kelahiran Jakarta, 2 Desember 1980 ini tak mau berpaling dari piala berwarna emas itu. Namun, di balik rasa suka citanya,terselip tanggung jawab yang lebih besar. Setelah ini, Dude tentu akan dituntut untuk selalu bekerja keras dan tampil memuaskan buat para penggemarnya. “Kerja kerasnya dengan cara menjalani pekerjaan yang sudah ada secara maksimal. Insya Allah saya akan tampil lebih maksimal. Saya akan belajar dari siapa pun yang bisa menjadi referensi saya serta menjaga hubungan baik dengan siapa saja,” tutur bintang sinetron Cahaya di RCTI ini.
Aktor yang menanjak namanya dua tahun lalu berkat sinetron Cincin ini lagi-lagi mengaku tak memiliki firasat untuk mendapatkan Piala Panasonic.Ketimbang memikirkan penghargaan yang akan diraihnya, Dude lebih suka belajar memperbaiki kualitas aktingnya. “Tapi, inilah hidup. Jadi jangan takut untuk bermimpi karena saya tidak pernah bermimpi mendapatkan penghargaan ini. Jangan pernah berhenti belajar dan dekatkan diri pada Allah,” papar aktor yang dikenal sangat religius ini.
Di pihak lain, Nay yang pernah menyabet gelar aktris terpuji dalam Festival Film Bandung 2007mengaku kecewa tidak berhasil membawa pulang piala supremasi insan pertelevisian Tanah Air itu. “Kalau kecewa pasti ada. Setiap orang punya harapan tersendiri begitu masuk nominasi.Tapi, aku yakin, mereka yang masuk nominasi (penghargaan) adalah baik, dan yang disukai masyarakat adalah yang terbaik,” tutur artis yang lewat sinetron Cahaya lagi-lagi dipasangkan dengan Dude Harlino ini. Penghargaan aktris terfavorit yang jatuh ke tangan Agnes Monica, dianggap Nay sebagai sesuatu yang sangat pantas.“ Agnes memang pantas. Aku suka dia karena dia punya banyak prestasi. Ambisi Agnes sangat besar dan aku memang suka sama dia,”kata Nay. (tedy achmad)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar